Jumat, 03 Oktober 2014

Adikku yang hatinya sedang tersiksa karena kenyataan hidup yang tak ramah,

Apa pun yang kau impikan, biarkanlah ia besar dan tinggi.
Lalu, besarkanlah harapanmu, tuluskanlah doamu, bekerjalah untuk melebihkan pelayananmu, dan utuhkanlah keberserahanmu kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Kaya.

...Jangan ragukan hakmu untuk berhasil.

Sesungguhnya, Tuhan sedang menunggu upayamu.

Mario Teguh – Your Big Brother

Selasa, 15 Juni 2010

Semalam Dia Bermimpi

Seseorang bercerita, aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga. Memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata," Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima". Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. Kemudian,.... aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi. Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan' ". "Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, Pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini. "Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia. "Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu. Juga.... Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini. "Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ....Maka,engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia". "Jika,........ engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,atau kematian ... M a k a,....engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia. "Jika,....orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... Maka,.....engkau termasuk orang yang sangat jarang. "Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,..... engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan emua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. "Jika,...engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali". Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatiNya kita semua. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ". (QS:Ibrahim (14) :7 ) mungkin cerita ini mengada2,tapi kenyataan bahwa kadang kita jarang bersyukur itu sebuah keniscayaan. Jadi, mari bersyukur :)

Jumat, 19 Maret 2010

21

Film Review Draft

Film Series/Sinetron : Film

Title : 21 ( Twenty One)

Genre : Action

Director : Robert Luketic

Producer : Kevin Spacey

Produced Year : 2008

Duration : 123 minutes

Main Actor/Actress : Jim Sturgess, Kevin Spacey

Supporting Actors/ Actresses : Kate Bosworth, Laurance Fishburne

Music By : David Sardy



Orientation

When i was confuse what to choose for my next film, the receptionist in Wahana Disc suggest me 21. First time i saw the CD design, it wasn't attract me at all. Then i watched it at home, and the first scene showed me some gambling equipments and the narrator said something that i wasn't really like. But then the movie continued and told me about a smart student who accepted in Harvard Medical Faculty. From this section i was really really interested to watch the continuation.


Interpretative Recount
The story is about Ben Campbell, a math senior MIT student who accepted in
Harvard Medical Faculty but he can't afford the $ 300.000 fee payment. Professor Micky Rosa realizes Campbell's special talent in math then he invites him to join the blackjack team. Rosa takes the team every weekend to gamble in Vegas using special math formula so that they can always win the game. But by the time goes by, the security chief of Vegas Gamble Center, William Cope monitors the blackjack, particularly Campbell. He doesn't feel comfort of this and when he back to Boston he realized that his earning in Vegas which he saves in his dorm room is stolen. He suspects Rosa as the culprit, but he has no evidence. He realizes that he doesn't have any enough money to fill full his Medical Faculty payment. Then he tries to get the prestigious Robinson scholarship. He tells the examiner about his gambling experience in Vegas and it's absolutely impress him. Finally ha get the 'free ride' for studying in Harvard without doing gambling anymore.

Evaluation
Jim Sturgess as the main actor, acts perfectly in this amazing movie. His innocent face gives us simple smart talented boy impression.
Kevin Spacey who acts as Professor Micky Rosa also give a big deal in this movie since he is also the producer.

Evaluative Summation
This movie is suitable for students because i think it gives them more spirit to be the best student and to try earning their own money, or just taking adventurous action to add up their experiences which would be beneficial for their future. But this film needs parents guidance if children want to see it because it shows some adult scene.





Here is the video you can enjoy :)